AS Peringatkan Ancaman Senjata Laser China di Langit Djibouti

Ilustrasi laser

PelangiCasino - Militer Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan dunia penerbangan global, untuk berhati-hati terhadap ancama nserangan laser di dekat pangkalan militer China di Djibouti.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi militer keuda negara di wilayah yang kerap dijuluki sebagai Tanduk Afrika itu.

DIkutip dari South China Morning, peringatan itu disampaikan oleh Lembaga Aviasi Federal AS melalui situs resminya, dengan menyebutkan beberapa kali laporan persinggungan sinar laser berkekuatan tinggi, di titik yang berjarak sekitar 750 meter dari pangkalan militer China.

"Gunakan kewaspadaan tinggi saat transit di dekat area ini," pemberitahuan itu menambahkan.

Beberapa sumber intelijen melaporkan, bahwa garnisun China di Djibouti diduga mengoperasikan senjata laser berkekuatan tinggi untuk mengecoh operasional misi rahasiannya.

Menurut laporan buletin Jane's Defence Weekly, tembakan sinar laser itu tidak hanya mengecoh, namun juga berisiko mengaburkan pandangan pilot selama beberapa menit.

Namun, menurut pengamatan kemiliteran China, tembakan sinar laser itu kemungkinan digunakan untuk menakut-nakuti burung di dekat lapangan terbang.

Ada pula kemungkinan bahwa sinar laser digunakan untuk mengganggu navigasi pesawat mata-mata asing, bukan menargetkan pilot seperti yang umum ditudingkan saat ini.

Mereka juga mengingatkan bahwa China adalah salah satu pihak yang menandatangani 'Protocol on Blinding Laser Weapons,' yang berkomitmen melarang penggunaan laser berkekuatan tinggi penyebab kebutaan.

"Pangkalan CHina dan AS di Djibout cukup berdekatan, sehingga berisiko memicu konflik jika kedua negara tidak menerapkan mekanisme komunikasi yang tepat," ujar Zhou Chenming, seorang analis militer yang berbasis di Beijing.

Zhou mencatat bahwa China telah secara terbuka menunjukkan penggunaan senjata laser pada banyak pameran udara di tingkat global.

Pangkalan militer China di Djibouti hanya berjarak beberapa kilometer di sebelah barat lau Camp Lemonnier, satu-satunya pangkalan militer AS di Afrika, dan rumah bagi 4.000 militer Negeri Paman Sam.

Camp Lemonnier didirikan setelah serangan 9/11, dan terutama digunakan sebagai pusat kontraterorisme di wilayah tersebut.

Pemerintah Djibouti mendesak pengentian penerbangan pesawat tnapa awak yang bisa mencapai 16 unit setiap harinya atas alasan faktor keamanan warga sipil.

Memicu Perang Dingin AS-China

Presiden China Xi Jinping saat memeriksa pasukan dalam parade militer yang berlangsung di Mongolia Dalam

Karena AS kian menganggap China sebagai pesaing strategi, kedekatan lokasi pangkalan militer kedua negara bisa menjadi 'perang dingin' untuk mengumpulkan informasi satu sama lain.

Pendapat tersebut diutarakan oleh Ni Lexiong, soraang analis militeryang berbasis di Shanghai, seraya menyebut masing-masin pihak tidak akan pernah mengakui perang dingin secara terbuka.

Pangkalan militer China di Djibouti dibangun sejak 2016 di atas lahan seluas 36 hektar, sebagai pusat logistik untuk memasok kapal yang mengambil bagian dalam pemeliharaan perdamaian, dan misi kemanusiaan di lepas pantai Yaman dan Somalia.

Namun, beberapa minggu setelah pangkalan dibuaka pada Agustus 2016, pasukan China yang ditempatkan di sana langsung memulai latihan menembak secara intensif.

Djibouti sendiri terletak di lokasi strategis yang vital, yakni dekat dengan Terusan Suez, dan menjadi salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia.

Selain itu, Djibouti juga menawarkan akses yang mudah bagi para pasukan internasional menuju berbagai medan konflik, seperti Sudan, Somalia, dan Yaman.

Tidak ketinggalan, kawasan ini juga dianggap tepat dijadikan sebagai basis militer udara untuk memantau kawasan konflik di Irak dan Suriah.

Pemerintah setempat terbuka menerima pengajuan pembukaan pangkalan militer asing, yang tidak hanya berasal dari AS dan China, melainkan juga dari Prancis, Spanyol, dan Jepang.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.